Hari ini aku terjatuh untuk kedua kalinya, dan untuk kesekian kalinya dalam hidupku. Hampir saja aku menyerah pada apa yang disebut dengan persahabatan kalau saja kenangan-kenangan indah tak terlintas. Apa kau pernah merasakan apa yang aku rasakan? Mungkin sebagian dari kalian pernah mengalami keadaan dimana kalian ditipu, dikhianati, ditinggal oleh seseorang yang kalian anggap sebagai sahabat.
Kadang aku berpikir kenapa tidak semua pepatah benar adanya. Siapa yang ingin bersama kamu saat tiada satupun yang dapat kamu berikan? Kata pepatah itu adalah sahabat kalian. Tapi siapa yang tahu pepatah seperti itu kadang membuatku ingin berteriak menyumpahi mengumpati orang yang percaya pada hal tersebut.
Aku tidak tahu kenapa aku begitu rapuh saat ini. Dulu ketika aku percaya bahwa sahabat akan selalu mensupportmu apapun usaha yang akan kamu lakukan, akan selalu melindungi rahasia yang kamu veritakan tetapi setelah aku tahu bahwa sahabat membongkar rahasia-rahasiaku. Tunggu mungkin aku terlalu kejam memakai kata sahabat disini, maaf.
Semenjak kejadian itu aku berbenah diri, menyaring apa yang akan aku bagikan kisah-kisahku, aib-aibku, masa laluku sebagai antisipasi agar aku tidak terjatuh untuk kedua kalinya. Akan aku ceritakan sedikit kisahku pada kalian. Dulu ketika aku duduk di SMP ketika aku kelas 3, aku menyukai seseorang teman sekelasku dan aku menceritakan kepada sahabat-sahabatku. Tapi apa mau dikata, ternyata setelah lulus SMP aku mendapat kabar bahwa salah seorang sahabatku berpacaran dengan orang yang kusuka tersebut. Aku yakin kalian pernah merasakan seperti ini? Aku menyadari ini hanya cinta monyet tetapi kekecewaan persahabatan masih membekas. Aku sama sekali tak membenci kedua orang tersebut. Mungkin untuk kali ini pepatah benar, kau akan menjadi orang kuat setelah menenrima pukulan yang hebat.
Memasuki SMA aku memutuskan untuk bersahabat dekat hanya beberapa orang saja, tidak sebanyak waktu SMP. Pemilik Jira kau adalah sahabatku, my real bestfriend. Aku mencintaimu, semoga kau tak mengecewakanku.
Saat ini aku berusaha dengan baik dalam berteman, tidak mengecewakan mereka, tidak menghianati mereka, menghibur mereka, mengusahakan untuk selalu ada untuk mereka. Ketika aku berpikir kenapa aku selalu setia semakin aku merasa negatif thinking. Aku merasa mereka tidak selalu ada bersamaku. Hari ini dan kemarin kami tidak bertemu. Kalau kemarin mereka tak bersamaku karena ada hujan abu Gunung Kelud yang menyelimuti Jogja, tapi kalau untuk hari ini aku tak tahu apa alasan mereka. Aku akan memaafkan mereka kalau malam ini ada kabar :-((
Kau tahu apa doaku hari ini? Aku berharap agar sahabat-sabahatku selalu setia berjalan menggenggam tanganku karena aku terlalu takut untuk terjatuh lagi